Bupati Apresiasi Dana Desa Jepang Disalurkan untuk BLT

Terkini.id, Kudus – Bupati Kudus HM Hartopo memuji pelaksanaan vaksinasi sekaligus penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) di wilayah Kecamatan Mejobo. Hartopo mengatakan vaksinasi di Kudus berjalan baik. 

Pemkab Kudus juga terus bekerja sama dengan stakeholder terkait untuk mempercepat vaksinasi. “Target kita masih banyak, kami dibantu perusahaan dalam memberikan fasilitas serta mobilisasi dalam penyelesaian target vaksinasi. Harapan kami bisa segera menyelesaikan target yang sudah ada, banyak sekali targetnya yang belum terpenuhi,” katanya, Senin 5 Juli 2021.

Mengenai vaksinasi untuk anak-anak, Pemkab Kudus mulai melakukan sosialisasi serta memberikan edukasi kepada anak dan orang tuanya. Sosialisasi dilakukan sembari menanti kiriman logistik vaksin. “Mudah-mudahan segera dikirim agar kita cepat mendistribusikan kepada masyarakat,” ujar Hartopo dikutip dari kuduskab.go.id.

Baca Juga: Selama Bulan Dzulhijah, Calon Pengantin Gratis Tes Swab Antigen

Mengenai kasus Covid-19 di Kudus, Hartopo menjelaskan, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 sangat bagus sekali. Sejak 25 Juni 2021 sampai awal pekan kemarin, kasus Covid-19 di Kudus terus turun. “Artinya tingkat kesembuhan lebih besar dari kasus Covid-nya, semoga semakin melandai dengan diberlakukanya PPKM Darurat sesuai instruksi pimpinan,” katanya.

Sebelumnya, kasus Covid-19 di Kudus sempat mengalami kenaikan cukup tinggi dan menjadi perhatian nasional

Baca Juga: Ganjar Ajak ASN Banyak-banyak Jajan

Hartopo juga menyatakan, pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat juga sangat bagus. Intensitas kegiatan masyarakat pun mulai turun.

“PPKM yang telah berjalan saya rasa telah berjalan bagus, terbukti kesadaran masyarakat semakin tinggi dengan mengurangi intensitas kegiatan, untuk mal juga telah tutup sementara dan rumah makan juga telah menerapkan sistem take away, semoga Kudus segera kembali normal,” katanya.

Pelaksanaan vaksinasi di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, dilakukan bersamaan dengan penyaluran BLT Dana Desa. Hartopo memuji pelaksanaan vaksinasi sekaligus penyaluran BLT yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Jepang.

Baca Juga: Jokowi Minta Patuhi PPKM Darurat Demi Keselamatan Bersama

“Sangat bagus, ini merupakan sebuah inovasi baru dari Pemdes Jepang. Selain penyerahan BLT Dana Desa, juga dilakukan vaksinasi serta edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksin,” ujarnya.

Hartopo pun memberikan apresiasi terhadap inovasi tersebut sehingga masyarakat antusias mengikuti vaksinasi sekaligus menerima BLT. “Saya lihat masyarakat antusias sekali ketika menerima BLT sekaligus mendapatkan vaksinasi secara masal, sangat bagus inovasi dari pemdes, saya sangat apresiasi,” ungkapnya.

Hartopo berharap inovasi yang dilakukan Pemdes Jepang diikuti oleh desa-desa lainya yakni penyaluran BLT DD sekaligus vaksinasi. Pihaknya juga memerintahkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), untuk mensosialisasikan inovasi tersebut.

“Semoga dapat diikuti semua desa. Saya perintahkan pada Kepala Dinas PMD agar dapat mensosialisasikan inovasi ini untuk dicontoh desa lain dalam penyaluran blt juga harus ada rangkaian ini (vaksinasi),” katanya.

Tren penurunan kasus Covid-19 di Kudus juga diapresiasi oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Kabar terakhir, Kudus dinyatakan telah keluar dari zona merah penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah.

“Kudus melandai, bahkan sekarang sudah oranye kalau dari data epidemologis. Kudus sudah tidak masuk zona merah,” kata Ganjar di kantornya di Kota Semarang, Selasa 6 Juni 2021.

Ganjar berharap, keberhasilan penanganan kasus Covid-19 di Kudus, menular daerah-daerah sekitar Kudus yang juga masuk zona merah. “Kami harapkan tren Kudus bisa mempengaruhi area sekitarnya yang masih tinggi, Jepara, Pati, Rembang, dan sekitarnya,” ujar Ganjar dikutip dari jatengprov.go.id.

Seperti diketahui, peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus sempat menggegerkan banyak pihak. Peningkatan yang terjadi secara mendadak usai Lebaran itu, membuat rumah sakit di Kudus tak mampu menampung pasien.

Tak hanya Pemkab Kudus, Pemprov Jateng juga turun tangan untuk menangani lonjakan kasus di Kudus. Bahkan pemerintah pusat baik dari Kementerian Kesehatan, BNPB, juga terjun langsung untuk menangani peningkatan kasus di sana.  

Ganjar juga mengatakan, pihaknya terus memantau penanganan kasus Covid-19 di daerah zona merah sekitar Kudus. Beberapa memang melandai, namun untuk Kabupaten Jepara justru sedang meningkat. “Jepara sedang meningkat sekarang, jadi kami terus perhatikan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga meminta daerah lain di Jateng untuk terus meningkatkan  bed occupancy ratio (BOR) di masing-masing rumah sakit. Sehingga, jika terjadi lonjakan, tidak akan ada kepanikan.

“Semua tidak boleh berdiam diri. Pengalaman di Banjarnegara, kemarin itu kasusnya biasa saja. Sekarang terjadi peningkatan cukup tinggi. Maka kemarin saat rapat, saya minta Kadinkes Banjarnegara untuk menyiapkan semuanya,” katanya.  (erh)

Bagikan