Tamu Akad Nikah dari Luar Kota Wajib Bawa Hasil Tes Antigen

Terkini.id, Klaten – Bupati Klaten, Sri Mulyani mengeluarkan instruksi khusus sebagai respons atas perubahan status Kabupaten Klaten dari zona oranye menjadi merah. Instruksi tersebut sebagai landasan hukum untuk upaya-upaya percepatan penanggulangan Covid-19.

Dalam instruksi Bupati Klaten Nomor 3 tahun 2021 tersebut, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan masyarakat. Di antaranya adanya penutupan objek wisata dan larangan penyelenggaraan hajatan. 

Aturan yang berlaku mulai Senin 21 Juni 2021 tersebut disertai aturan pemberian sanksi bagi yang tidak patuh, mulai dari pembubaran, penutupan, hingga penyegelan atau tindakan lain yang dianggap perlu. 

Baca Juga: Gubernur Beri Ganjaran kepada Pengunjung Pasar yang Pakai Masker

Operasi yustisi untuk menegakkan aturan akan dijalankan secara intensif oleh Pemkab Klaten bersama TNI dan Polri dan berlaku untuk semua wilayah Kabupaten Klaten.

Beberapa pekan lalu, Bupati Klaten telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 443.5/129 tentang perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro. Dalam surat edaran tersebut, objek wisata diwajibkan tutup pada akhir pekan di minggu pertama dan ketiga. 

Baca Juga: Dinkes Ungkap Peningkatan Kasus dan Imbau Warga Patuh Protokol Kesehatan

Sementara dalam instruksi bupati yang dikeluarkan Senin lalu, seluruh objek wisata dan kegiatan-kegiatan usaha di dalamnya. Penutupan dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan.

Terkait acara hajatan, Pemkab Klaten mengizinkan penyelenggaraan ijab kabul atau akad nikah. Acara sakral tersebut hanya boleh dihadiri maksimal 20 orang. Jika acara tersebut dihadiri warga dari luar Klaten, yang bersangkutan harus memiliki dokumen hasil negatif tes antigen/PCR 1×24 jam untuk diserahkan kepada Satuan Tugas tingkat RT/RW. 

Dalam rapat koordinasi lintas sektoral, Bupati Klaten Sri Mulyani menyatakan, tindakan aparat dalam kedisiplinan, akan dipertegas dengan tes swab antigen secara mendadak dan acak terhadap warga yang berkerumunan.

“Kegiatan ini beriringan dengan kegiatan yustisi dengan sasaran kerumunan masyarakat melebihi jam batas, yaitu pukul 21.00 WIB. Kegiatan ini dilakukan secara acak dan mendadak dengan sasaran tempat-tempat yang biasa digunakan untuk berkerumun,” kata Sri Mulyani, Senin 21 Juni 2021.

Dikutip dari jatengprov.go.id, Bupati Klaten juga menegaskan program “Klaten Jam Songo Ora Lungo” kembali digalakkan. Program tersebut antara lain menyerukan tentang jam operasi pelaku usaha. Disebutkan, semua kegiatan usaha mulai dari warung  angkringan, toko modern, hingga kafe dan restoran hanya beroperasi hingga pukul 21.00 WIB. (erh)

Bagikan