Pemerintah Daerah Didorong Lakukan Inovasi dalam Pelayanan ke Masyarakat

Terkini.id, Kudus – Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan evaluasi terhadap penilaian Indeks Inovasi Daerah. Evaluasi dilakukan guna menghasilkan sistem penilaian yang lebih terukur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kepala Badan Litbang Kemendagri, Agus Fatoni menyatakan, supervisi penilaian Indeks Inovasi Daerah perlu dilakukan secara periodik. Pasalnya, pemerintahan di daerah berjalan dinamis, sehingga penilaian indeks perlu menyesuaikan perubahan yang terjadi.

“Aspek penilaian Indeks Inovasi Daerah harus relevan dengan kondisi terkini, misalnya indikator dan parameter bisa disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan pandemi Covid-19,” ujar Fatoni di Jakarta, Rabu 2 Juni 2021.

Penilaian Indeks Inovasi Daerah dapat memacu pemerintah daerah melahirkan terobosan layanan bagi masyarakat. Kondisi ini terwujud karena pemerintah daerah secara tidak langsung berkompetisi meraih nilai yang signifikan. 

“Rangkaian penilaian ini juga ditujukan agar pemerintah daerah terus melakukan perbaikan layanan dengan inovasi,” katanya dalam keterangan tertulis Kemendagri.

Fatoni menambahkan setiap tahun Badan Litbang Kemendagri melakukan penilaian Indeks Inovasi Daerah yang digagas pemerintah daerah provinsi, kabupaten, dan kota. 

Sejak tahun 2017 sampai 2020, ada peningkatkan drastis pada jumlah inovasi yang dibuat oleh pemerintah daerah. Menurut data Indeks Inovasi Daerah, pada tahun 2017 tercatat ada 576 inovasi yang dibuat pemerintah daerah. Sementara di tahun berikutnya, ada 3.718 inovasi yang dinilai oleh Badan Litbang Kemendagri. 

Memasuki tahun 2019, Badan Litbang Kemendagri melakukan penilaian terhadap 8.016 inovasi dan di tahun 2020 jumlahnya berlipat menjadi 17.779 inovasi. 

“Pemerintah daerah yang dinilai berhasil menerapkan inovasi dan berdampak signifikan bagi kemajuan daerah, akan diberi penghargaan dan insentif sebagai bentuk motivasi dan pengakuan terhadap pelaksanaan inovasi di daerah tersebut,” kata Fatoni.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Litbang (Puslitbang) Inovasi Daerah, Matheos Tan mengatakan, pemerintah daerah yang inovatif akan dikirim mewakiliki Indonesia di ajang Innovative Government Award (IGA) 2021. 

Matheos pun meminta seluruh pemerintah daerah bersiap karena penilaian Indeks Inovasi Daerah segera dimulai. “Proses penilaian Indeks Inovasi Daerah akan dilakukan bulan Juni ini hingga 13 Agustus 2021. Diharapkan seluruh pemerintah daerah turut serta,” katanya. (erh)

 

 

Bagikan