Perusahaan Pengolahan Kayu Ditantang Buat 100.000 Pintu per Bulan

Terkini.id, Kudus – Industri pengolahan kayu di Tanah Air terus menunjukkan pertumbuhan. Pada triwulan pertama tahun 2021. industri furnitur telah bangkit dan tumbuh positif sebesar 8,04 persen.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, perkembangan permintaan global produk industri furnitur dan woodworking secara keseluruhan sangat menjanjikan, baik itu di dalam negeri maupun untuk ekspor. 

“Ekspor produk furnitur di tahun 2020 mengalami peningkatan dengan nilai USD 1,91 miliar atau meningkat 7.6 persen dari tahun 2019 yaitu senilai USD 1,77 miliar,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, pada peresmian PT Woodone Integra Indonesia di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa 25 Mei 2021.

Negara-negara tujuan ekspor terbesar furnitur Indonesia tahun 2020 adalah AS, Jepang, Belanda, Belgia, dan Jerman. Indonesia juga bersaing dengan eksportir produk-produk funitur seperti China, Jerman, Polandia, Italia, dan Vietnam. 

Untuk produk woodworking, khususnya pintu, Indonesia berada pada urutan enam besar. Urutan pertama sampai lima ditempati China, Kanada, Polandia, Brasil, dan Jerman. “Pada tahun 2020, Indonesia berada di urutan enam besar pengekspor pintu dengan negara tujuan ekspor Inggris, Amerika Serikat, Belanda, Australia, dan Afrika Selatan,” kata Agus Gumiwang dalam keterangan pers.

Agus Gumiwang mengatakan, pandemi Covid-19 menyebabkan terjadinya perubahan pada belanja rumah tangga. Banyak rumah tangga mengalihkan anggaran hiburan, wisata, dan transportasi ke belanja teknologi dan renovasi rumah ataupun penataan rumah.

“Pola belanja furnitur dan renovasi rumah, termasuk pintu, melalui gawai atau belanja online juga mengalami kenaikan yang sangat signifikan,” katanya. 

Pergeseran pola belanja dan peningkatan belanja online akibat pandemi Covid-19 semestinya menjadi peluang peningkatan pasar bagi industri furnitur dan woodworking, seperti yang dilakukan oleh PT Woodone Integra Indonesia.

“PT Woodone Integra Indonesia tentu telah memahami besarnya pasar konsumen dalam negeri Indonesia maupun pasar ekspor. Dukungan bahan baku dan permesinan yang canggih, efisien, dan ramah lingkungan diharapkan dapat menunjang kelancaran produksi,” kata Agus Gumiwang.

Pada kesempatan itu, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita  bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, dan Presiden Direktur Integra Group, Halim Rusli, melaksanakan seremoni ekspor ke-1.000 pintu kayu buatan PT Woodone Integra Indonesia. Produk yang diekspor tertata dalam tiga peti kemas dan nilainya mencapai USD 120.000. Sebelumnya, pada Maret 2021, PT Woodone Integra Indonesia telah mengapalkan 35.450 set pintu serta 3.570 set tangga.

Agus Gumiwang mengatakan, PT Woodone Integra Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan produksinya. “Kami mendorong agar Woodone bisa memproduksi hingga 100.000 set pintu per bulan,” ujar Menperin.

Guna mendorong tumbuhnya investasi pada industri furnitur di Tanah Air, Kementerian Perindustrian juga terus memberikan fasilitas kemudahan iklim berusaha terutama terkait faktor-faktor produksi utama yaitu bahan baku, modal, dan tenaga kerja. “Kami menyampaikan terima kasih kepada PT Woodone Integra Indonesia yang telah memilih Indonesia sebagai lokasi investasi. Saya mengharapkan PT Woodone Integra Indonesia dapat terus berkontribusi positif kepada masyarakat dan negara Indonesia,” katanya.

Disiapkan pula kebijakan pemerintah dalam rangka mengembangkan industri furnitur dan woodworking antara lain memfasilitasi pusat logistik bahan baku, program revitalisasi mesin atau peralatan, memfasilitasi politeknik furnitur, dan program pengembangan desain furnitur. Pemerintah juga menyiapkan tax holiday, tax allowance, super deduction tax untuk reseach and development (R&D) dan vokasi, penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), serta Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

“Ketersediaan bahan baku yang melimpah sebagai comparative advantage, serta didukung dengan kemudahan iklim berusaha Pemerintah melalui UU 11/2020 tentang Cipta Kerja diharapkan juga dapat mewujudkan industri yang menghasilkan nilai tambah tinggi, berdaya saing global, dan berwawasan lingkungan,” kata Agus Gumiwang.

Menperin juga berharap agar industri furnitur dan woodworking terus melakukan inovasi produk dan teknologi, menerapkan prinsip cleaner production, eco-efficiency dan selalu melakukan eksplorasi kekayaan budaya nasional dengan kemasan modern serta mengikuti trend pasar global.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada PT Woodone Integra Indonesia yang telah memilih Indonesia sebagai lokasi investasi. Saya mengharapkan PT Woodone Integra Indonesia dapat terus berkontribusi positif kepada masyarakat dan negara Indonesia,” katanya. (ehr)

Bagikan